Profil Ust. Hanan Attaki
Ust. Hanan Attaki adalah Ustadz muda lulusan Al Azhar Mesir ini adalah salah satu Dai yang sangat popular di sosial media dan dikenal dekat oleh kaum milenial.
Akun sosial medianya lebih dari 10 Juta Followers adalah sebuah jangkauan dakwah yang cukup luas. Khususnya disegmentasi anak muda.
Pada tahun 2015 UHA membuat Gerakan Dakwah yang bernama Pemuda Hijrah Indonesia dengan metode membuat Trend Hijrah yang kemudian berkembang diseluruh Indonesia, dari Trend ini munculah Life Style baru anak-anak muda dari berbagai komunitas, diantaranya:
Geng motor
Supporter bola
Anak-anak PUNK dan
Anak anak nongkrong lainnya
Dakwahnya tidak monoton hanya dengan ceramah, tetapi juga aktivitas dan lifestyle anak muda seperti Skateboard, Surfing, Snowboard, Berkuda dst. Saat ini dengan dakwah dakwah yang berfokus kepada anak muda, anak-anak muda kota Bandung juga seluruh indonesia mulai memiliki gaya hidup yang baru; banyak main banyak manfaat. Sebuah upaya dari UHA untuk mendefinisikan ulang arti dari keshalehan.
Saat ini beliau sedang membangun sebuah kawasan anak muda di Bandung timur yang bertujuan untuk memfasilitasi anak-anak untuk bukan hanya belajar agama, tapi juga membangun dan mengasah skill dan kemampuan untuk bisa produktif dan berdaya di tengah masyarakat. Kawasan ini dikenal dengan nama Pesan Trend, sebagai ruang pembinaan yang menggabungkan nilai keislaman dengan penguatan skill dan kemandirian generasi muda.
Diantara mereka ada yang sudah berhasil memiliki kemampuan untuk Event Orginizer dengan membuat event- event bertemakan anak muda, seperti:
Forest Camp
Horseman Shift
Rimba land dst.
Ada juga yang belajar Hospitality, sehingga sudah mampu mengelola resort dengan konsep Sustainbility atau dikenal dengan istilah “Living with Nature”.
Ada pula yang sudah belajar farming, sehingga sudah mulai produktif dengan kebun kopinya, perternakannya, dengan waste managementnya. Dimana mereka mengelola sampah dari yang tadinya masalah mulai menjadi sesuatu yang bermanfaat, dari yang organik sampai yang non organik, salah satunya program yang telah dijalankan adalah sedekah sampah. Selain itu mereka pun sudah mulai berternak, sehingga sudah mulai produktif dengan hasil ternak seperti Little Farm.
Selain fasilitas pelatihan dan pengembangan anak muda, beliau juga menggagas pendidikan islami non-komersil yang memfasilitasi pendidikan gratis untuk anak-anak setingkat sekolah dasar dalam program Sekolah Rimba Indonesia. Sekolah yang menjadikan alam sebagai ruang kelas sekaligus buku pelajaran bagi anak-anaknya dengan kesempatan yang sama bagi seluruh kalangan tanpa memikirkan persoalan perekonomian keluarganya Sekolah ini adalah sekolah yang punya motto “Learn Today Lead Tomorrow” dengan konsep belajar dari alam, dan seluruh siswanya tidak dipungut biaya serupiah pun.
Selain Sekolah Rimba Indonesia, Yayasan Pemuda Hijrah Indonesia juga menghadirkan 20Mind Sociopreneur High School, pendidikan non-formal setingkat SMA/K yang berfokus pada pengembangan karakter, keterampilan, dan kemandirian anak muda sesuai kebutuhan zaman. 20Mind menggabungkan Kurikulum Merdeka dengan kurikulum khas E.R.N Changemaker (Eco Raheela Nomic), dengan pendekatan pembelajaran berbasis alam dan kehidupan nyata. Siswa dibina untuk memiliki kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, serta kemampuan berkarya melalui berbagai program seperti sinematografi, public speaking, farming, hingga teknologi AI. Dengan motto “Success Before Twenty”, 20Mind bertujuan mencetak generasi muda yang siap menjadi agen perubahan. Sekolah ini juga menyediakan beasiswa parsial sebagai upaya membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi berbagai kalangan.
Spirit dakwah beliau adalah melahirkan dan mencetak sebanyak mungkin anak muda Indonesia untuk mampu tampil di panggung dunia dengan karya-karya terbaik mereka, dengan semangat nasionalisme, kebangsaan, dan juga spirit islam yang “Rahmatan lil alamin”.